Pages

Minggu, 17 Februari 2013

World Education Expo Indonesia

My Experience in World Education Expo Indonesia


Yesterday, on the 16th of February, i went to the World Education Expo Indonesia in Balai Kartini, Jakarta. It was very amazing experiences and an unforgetable moment. I walk around the stand of the University in all of the University in Indonesia. There are so much stand that represent their University. They are from Korea, Malaysia, USA, Japan, China, Europe, and etc. I remember one of the university there. That is Purdue University in USA. They don't look at the students that have smart brain, but they want the creativity of the students. Each students has to make a new innovation as the project. that was excitng.

And then, i went to the stand of University in Japan. There are a lot of people interest to go to the stand. In Japan, the University offer the students that the students can study there by the scholarship. And also i'm interest in that one.

We have also did an forum that discuss about LEADERSHIP by Mr. Heriyanto Sitohang. I like also that activity because it is make my mind changed and better than before.
i have a lot of experiences after went there and i like it. That also improve my English cause i can speak with other foreign people.

This is my Pictures with my friends. i stand in the last right







Rabu, 13 Februari 2013

Keluarga, Impian, dan Masa Depan


Keluarga, Impian, dan Masa Depan

Nama saya Nathaniel Juniar, teman-teman saya biasa memanggil saya Nathan atau Niel. Saya dilahirkan tanggal 6 Juni 1996 di Bandar Lampung. Nama ibu saya Lesmiatin dan ayah saya Sirin. Ibu saya adalah seorang ibu rumah tangga yang sehari-harinya mengurus rumah, namun masih dapat mencari sepeser uang dengan membuka sebuah toko kecil dirumah. Ayah saya adalah seorang guru SD honorer yang bekerja di salah satu SD di Bandar Lampung sedangkan kakak saya bekerja di kantor tempat ayah saya bekerja sebagai salah satu staf. Bermain music dan basket adalah hobi saya sejak saya SD. Saya selalu bercita-cita untuk menjadi seorang artis atau penyanyi terkenal nantinya. Bermain basket dan music sudah saya tekuni sejak dari SMP. Kegiatan tersebut masih saya lakukan sampai sekarang setelah waktu akademik selesai. Saya juga suka berenang diwaktu luang karena hal tersebut bisa menjernihkan pikiran saya setelah berbagai aktifitas penat yang saya lakukan.

Sebagai seorang guru honorer SD di sekolah swasta yang hanya berpenghasilan pas-pasan, ayah saya hanya mampu membiayai kehidupan kami sehari-hari. Untuk membeli barang elektronik saja keluarga kami harus berhutang terlebih dahulu. Saya juga hampir tidak melanjutkan sekolah saya ke SMA karena orang tua saya yang tidak memiliki uang saat itu.

Bermain musik sudah saya lakukan sejak kecil, sejak dari SD saya sudah belajar bermain gitar bersama teman dan ayah saya. Semuanya itu tidaklah sia-sia selama saya di SMP. Saat di SMP saya sering mengikuti berbagai lomba band yang diadakan sekolah-sekolah didaerah saya.salah satunya adalah lomba band yang diadakan SMA SMTI Bandar Lampung dan mendapatkan juara satu. Tidak hanya itu, untuk melatih kemandirian saya, selama saya di SMP saya juga mengikuti kegiatan pramuka dan mengikuti berbagai kompetisi. Berkat kerja keras yang saya lakukan di pramuka, semuanya juga tidaklah sia-sia. Saya pernah memenangi lomba pramuka yang diadakan salah satu sekolah di daerah saya, yaitu lomba jelajah rimba dan memenangkan juara satu. Selama di SMA ini juga saya pernah memenangkan lomba Blog Competition yang diadakan Sampoerna Foundation.

Saya sangat suka hidup berasrama terkhususnya di Sampoerna Academy Bogor Campus, dibalik semua anak berasal dari berbagai latar belakang, namun juga berbagai dari seluruh profinsi di Indonesia. Yang paling saya kenang dan senangi hidup di asrama ini adalah disaat teman saya memotong rambut saya. Bisa saya bayangkan bagaimana kenangan itu tersimpan dan diceritakan kembali disaat saya sudah dewasa nanti. Hidup berasrama juga memiliki keuntungan tersendiri yaitu disaat ingin kerja kelompok untuk belajar, kita bisa dengan mudah untuk berkumpul dan mengerjakan bersama-sama.

Semua orang memiliki mimpi, dan begitupun saya. Saya memiliki mimpi dan tujuan untuk memajukan kehidupan ekonomi keluarga saya serta tetangga-tetangga saya. Membuka lapangan kerja baru bagi orang-orang pengangguran dan menaikkan kualitas hidupnya. Semuanya itu dimulai dari hal yang terkecil lalu yang terbesar dan semua hal itu bermulai dari mimpi. Setelah lulus dari SMA Sampoerna Academy ini, saya memiliki keinginan untuk melanjutkan ke universitas dan bekerja di bidang perminyakan atau pertambangan. Saya menginginkan pekerjaan dibagian tersebut karena saya melihat bahwa perminyakan di dunia ini sangatlah menjanjikan. Dan saya yakin bahwa saya bisa dan dapat melakukan semua hal tersebut dengan bantuan Tuhan Yang Maha Kuasa. 





Rabu, 16 Januari 2013

Banggaku Pada Batik


Banggaku Pada Batik


          

            Bangga...
Ya, Menurutku itu adalah kata yang pantas untuk negaraku Indonesia. Negara yang penuh akan potensi dan bakat, menyimpan hal-hal unik didalamnya. Berbagai macam  tarian, lagu daerah, pakaian adat, semuanya ada di Indonesia. Kurang apakah Indonesia ini? Masih kurang banggakah kita padanya?

Indonesia memiliki banyak sekali pakaian adat di setiap daerahnya. Setiap daerah memiliki baju daerahnya masing-masing untuk memperkenalkan daerahnya. Disekolahku, setiap anak memiliki baju daerahnya masing-masing dan pada suatu event tertentu, mereka menampilkannya kepada kami. Hal itu merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi kami semua yang turut melestarikan budaya Indonesia yang semakin lama semakin menghilang.

Siswa di sekolah kami memang terdiri dari berbagai macam daerah, namun tetap ada satu hal yang dapat menyatukan kami semua, yaitu batik. Setiap hari kamis, sekolah kami mengharuskan kami memakai baju batik dan batik kami pun bermacam-macam. Ada batik yang berasal dari daerah Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, dll. Kami senang sekali memakai baju batik. Selain terdiri dari beragam motif, kami juga dapat mengetahui bermacam- macam batik yang ada di Indonesia.



Temanku, Safira Dwi Tyas Putri namanya, juga turut berandil besar dalam perkembangan batik di Indonesia. Dia menjadi pelopor  pembuatan canting otomatis yang akan sangat membantu pembatik  Indonesia dalam proses pembuatan batik. Dia membuat canting yang saat lilin malam diciduk, lilin malam tersebut tidak mudah untuk menjadi beku. Dengan begini, para pembatik akan dengan mudah dan cepat dalam membuat batik tanpa harus mengkhawatirkan malam akan cepat beku. Semakin banyak batik yang dihasilkan, semakin berkembang pula kebudayaan Indonesia tentang batik, dan akan menjadi suatu trend yang bisa mencapai pasaran dunia.



Pernah suatu hari, sebuah tim yang mengajarkan kami untuk berbatik datang ke sekolah kami. Tim ini mengajarkan kepada kami bagaimana cara membatik menggunakan canting. Kami sangat antusias melakukan kegiatan ini. Selain kami bisa menggunakan canting dan membatik, kami juga merasa bahwa dengan begitu kami bisa melestarikan batik dan mungkin memiliki pabrik batik nantinya. Program ini juga sangatlah berguna bagi kami karena dapat menambah pengalaman dan wawasan kami.

Kurang lebih 6 bulan yang lalu, temanku sempat berkata kepadaku bahwa ia ingin membeli batik baru. Sekolah kami mengharuskan memakai batik tetapi ia tidak punya batik. Ada juga yang ingin membeli baru karena ia sudah bosan dengan batik lamanya. Akhirnya mereka mencari di Internet dan menemukan bahwa berbatik, yaitu yang pernah mengajarkan kepada kami cara membatik, menjual berbagai macam batik. Akhirnya mereka membelinya dengan cara online




Batik juga merupakan baju yang bisa dipakai dimana saja, bahkan saat kami sedang praktek pun kami memakai baju batik. Memang, batik benar-benar merupakan ciri khas Indonesia 










Sumber :
http://sains.kompas.com/read/2012/09/27/10223152/Canting.Otomatis.Membatik.Lebih.Mudah.dan.Efektif
http://foto.okezone.com/view/7153/kompetisi-dan-pameran-ilmiah-lipi-2012







Sabtu, 01 Desember 2012


Cara Download Menggunakan DownThemAll

Kali ini saya akan berbagi tips kepada jenengan semua, gimana cara download file menggunakan bantuan add-on Mozilla Firefox DownThemAll!. Berawal dari kesukaan saya mencari dan mengoleksi ebook yang bertebaran di internet, akhirnya saya dikenalkan oleh Dosen saya dengan add-on Firefox ini. Sejauh ini add-on ini sangat membantu saya mengumpulkan materi-materi yang saya perlukan.
Namanya alat bantu, tentu tujuannya untuk mempermudah kita saat mau mendownload dokumen. Kadang ada begitu banyak file yang ingin kita download sekaligus. Tentu saja, kita nggak mau kalo disuruh nungguin saat proses download berlangsung. Maunya kita ya tinggal klik-klik, terus disambi browsing sana-sini atau keluar kalo perlu, tau-tau semua file sudah kedownload semua. He2
Memang dengan tanpa alat bantu pun kita bisa mendownload banyak file sekaligus. Namun dengan add-on ini ada banyak kemudahan yang ditawarkan :
  1. Kita bisa mendownload begitu banyak link dalam satu halaman sekaligus.
    Mungkin ini maksud dari nama DownThemAll, kita bisa men-download semua file sekaligus. Tinggal klik, file-file yang bisa didownlad akan muncul semua. Dengan bantuan filter, kita bisa memilih file-file jenis apa saja yang ingin kita download. Cepat dan mudah.
  2. Kita bisa mengatur berapa banyak file yang kita download dalam satu waktu.
    Melalui download manager, kita bisa meng-antri-kan banyak sekali file yang mau kita download. Selain itu kita bisa mengatur berapa file yang bisa didownload bersamaan (Maksimal 10). Tentu hal ini bagus bagi kita yang koneksi internetnya agak lambat. File-file yang antri di manager akan didownload secara bergiliran sampai semua habis.
  3. Fasilitas Auto Retries dan setting Timeout yang bisa kita atur.
    Pegaturan waktu timeout ini sangat penting untuk mengefisienkan proses download. File-file yang bandel bisa ditinggal dulu, toh nanti bisa diulang otomatis proses downloadnya.
    Nah, bagi yang koneksi internetnya nggak stabil, alias cepet di awal kemudian menurun sampai kecepatan menjadi 0 kbps, setting timeout ini sangat membantu. Kita bisa atur waktu timeout agak pendek, sehingga saat kecepatan download tinggal 0 kbps, manager akan meninggalkan sejenak dan mencoba (retries) untuk meneruskan download file yang tadi ditinggal.

Biar gak pake lama, langsung saja kita mulai instalasinya…
  1. Klik link berikut ini https://addons.mozilla.org/en-US/firefox/addon/201/ sampai muncul gambar yang seperti ini :







       
  2. Klik tombol Add to Firefox yang berwarna hijau. Kemudian KLIK tombol ALLOW yang muncul di pojok kanan agak atas.
       
  3. Tunggu sampai muncul jendela yang seperti di bawah ini, tunggu bentar lalu klik INSTALL NOW.
       
  4. Proses download add on akan berjalan, tunggu sampai selesai.
      
     
  5. Kalo sudah selesai, akan muncul pilihan untuk me-RESTART firefox. KLIK tombol RESTART FIREFOX, kemudian pilih RESTART di jendela pop up yag muncul.
       
  6. Kalo browser firefox sudah berhasil di-restart, coba cek di TOLLS, cari apakah Add-on DownThemAll! Sudah terinstall dengan benar. Jika sudah akan muncul yang seperti ini :
    . 
     
  7. Kalo sudah berhasil, kita siap untuk menggunakannya. Misalnya kita mau mendownload file pdf materi tentang bahasa C, kita tinggal pergi ke mbah GOOGLE, kemudian mengetikkan kata kunci : filetype:pdf inurl:pdf bahasa C. Hasilnya akan seperti ini :
  8.    
  9. Nah, untuk mendownload semua file yang ada, kita tinggal menggunakan add-on DownThemAll! Ini.
    Caranya tinggal menuju TOOLS -> DownThemAll! Tools-> DownThemAll!. Akan muncul jendela yang seperti ini :
     
     
  10. Tinggal pilih file-file yang berbentuk PDF, kemudia klik START! Eng ing eng… semua file yang kita pilih tadi akan didownload satu persatu
  11. Nah, kalo mau nyoba mengubah settingannya, tinggal menuju TOOLS -> DownThemAll! Tools->PREFERENCES.
  12. Selamat mencoba. . 

Sumber :
http://juragankacep.blogspot.com/2012/12/cara-download-menggunakan-downthemall.html

Kamis, 08 November 2012

Guruku Pahlawanku


Guruku Pahlawanku





    Bagi saya pendidikan adalah segalanya. Jika tidak memiliki pendidikan, seseorang hanyalah ibaratkan secangkir gelas yang tidak terisikan air. Gelas itu tidak memiliki tujuan untuk digunakan, sama dengan orang yang tidak memiliki pendidikan. Dulu, saat saya masih di SMP, SMP saya adalah SMP yang menurut orang banyak adalah sekolah terbaik di Provinsi tempat saya tinggal. SMP saya banyak memenangi berbagai macam perlombaan yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun sekolah-sekolah se-Kabupaten, Provinsi, dan Nasional. Dan dibalik semua itu pastinya ada orang-orang yang sangat berjasa, yang menjadikan semuanya itu menjadi suatu kebanggaan, tahukah anda siapa orang – orang tersebut? Ya, benar. Guru adalah yang berjasa atas semuanya itu. Tanpa guru, tidak ada seorang Presiden di Indonesia,  tidak ada seorang ilmuwan yang menemukan suatu zat baru tanpa guru yang saat ilmuwan tersebut masih kecil mengajarkan semua pengetahuan dasar kepada ilmuwan tersebut.

Saya sendiri adalah salah satu dari sekian banyak anak-anak yang beruntung di dunia, kenapa? Karena saya mempunyai seorang ayah yang berprofesi sebagai seorang guru. Saya bangga kepada ayah saya yang telah mengajar murid-muridnya sampai murid-muridnya ada yang menjadi seorang pengusaha ataupun anggota DPR, betapa besar jasanya. Namun, dibalik semua itu ada satu hal yang telintas dibenak saya. Mengapa tunjangan untuk guru tidak sebanding dengan tunjangan orang-orang yang bekerja di kantoran? Di Jerman saja tunjangan untuk guru adalah tunjangan terbesar kedua, mengapa di Indonesia tidak? Jerman sudah menyajari bahwa penerus bangsa adalah hal yang terpenting untuk bangsanya oleh sebab itu Jerman sanagat mengutamakan pendidikan dengan cara memperhatikan juga tenaga pengajar dalam menciptakan generasi penerus bangsa yang berkualitas. Jika saya menjadi pemimpin di masa depan nanti, mungkin saya akan menerapkan sistem ini.
Ayah saya hanyalah lulusan SPG atau setingkat SMA dulunya, setelah itu langsung mengajar di salah satu sekolah swasta di tempat tinggal saya dengan menjadi guru honorer selama kurang lebih 25 tahun. Gaji guru honorer pada saat itu tidaklah kurang dari satu juta yang mungkin hanya cukup untuk keperluan makan sehari-hari. Namun setelah 25 tahun menjadi guru honorer, ayah saya mengajukan diri untuk mendapatkan beasiswa kuliah dari pemerintah demi melanjutan pendidikannya dan akhirnya mendapatkannya. Itulah yang saya harapkan dari pemeritah, pemerintah juga patut memperhatikan nasib para guru, khususnya guru – guru yang mungkin sampai sekarang  masih menjadi guru honorer. Jangan hanya terus menerus memajukan perekonomian negara, perhatikan juga nasib para guru di Indonesia. Memang benar bahwa pemerintah sudah cukup membantu guru dengan memberikan sertifikasi setiap bulannya. Namun guru-guru tersebut hanyalah guru – guru yang telah memiliki gelar S1, bagamana dengan yang belum memilikinya? Yaitu guru – guru seperti guru honorer?
Pada dasarnya memang ada guru yang benar-benar serius mengajari anak anak muridnya dan selalu datang tepat waktu ke kelas namun ada juga yang tidak seperti itu. Yang saya lihat sekarang ini adalah kebanyakan guru-guru yang tidak bertanggung jawab, yang dimaksudkan adalah sang guru tersebut hanya datang ke kelas, mengisi jurnal kehadirannya, memberikan tugas kepada muridnya, lalu pergi entah kemana. Dan dari pengamatan saya juga bahwa guru-guru yang seperti ini adalah guru-guru di sekolah negeri, bukan di sekolah swasta. Saya tidak mengerti mengapa hal ini terjadi, yang seharusnya guru-guru sekolah negeri merupakan panutan, namun malah berlaku demikian. Memang benar saya membandingkan antara guru sekolah swasta dan guru sekolah negeri, dan pada dasarnya juga hal ini adalah kenyataan. Pada saat saya di SD, saya bersekolah di SD swasta, pada saat saya sekolah di SD tersebut saya tidak pernah mengalami yang namanya guru tidak ada dikelas ataupun guru hanya memberikan tugas lalu pergi. Guru - guru tersebut dengan setia menemani murid-murid dikelas dan menjawab segala pertanyaan yang diberikan oleh muridnya. Namun semua hal itu berubah saat saya melanjutkan sekolah di SMP negeri. Kondisi kelas sangat tidak kondusif. Kadang ada guru yang tidak masuk kekelas dan tidak ada yang menggantikan ataupun memberikan tugas. Akibatnya suasana kelas menjadi ribut dan murid tidak mendapatkan materi pada hari itu. Jika guru tersebut masuk pula, kami hanya diberikan tugas dan harus mengerjakannya sampai selesai, tidak ada komunikasi antara guru dan murid.
Pemerintah Indonesia seharusnya peka terhadap hal-hal seperti ini, dan saya sendiri sebagai seorang pelajar tidak menyukainya karena hal-hal demikian bisa merugikan murid-muridnya bahkan negara kita. Mengapa pemerintah Indonesia tidak membuat suatu sistem yang dapat menertibkan hal-hal merugikan ini, seperti di daerah Merauke yang menerapkan sistem bahwa guru dibayar ditempat setelah sang guru selesai mengajar. Atau mungkin pemerintah bisa memperkerjakan seseorang yang memiliki tugas tertentu sebagai pencatat kedatangan guru maupun menilai sang guru saat di ruang kelas. Hal ini selain dapat menertibkan guru-guru, juga bisa menurunkan tingkat pengangguran yang ada di Indonesia. Saya sangat berharap kepada Pemerintah Indonesia agar permasalahan ini dapat diselesaikan secepatnya sehingga negara kita memiliki generasi penerus yang dapat mengubah negara kita lebih baik dari sebelumnya.
Ada satu hal lagi yang membuat generasi penerus bangsa terhalangi untuk mengeluarkan ide-idenya, yaitu tidak tersedianya fasilitas-fasilitas yang memadai untuk menunjang kegiatan-kegiatannya disekolah. Dan salah satunya yang mengalami hal ini dalah saya sendiri. Disekolah saya, fasilitas yang menunjang kegiatan siswa sangatlah minim. Banyak sekali teman-teman saya yang memiliki bakat namun tidak dapat tersalurkan bakatnya karena fasilitas yang tidak memadai ataupun tidak tersedia. Mereka mengeluhkan hal ini, meskipun sudah banyak teman-teman saya yang mengajukan hal ini kepada sekolah, namun sekolah hanya menganggap remeh akan hal ini dan tidak segera tanggap mengambil keputusan.  Apakah ini yang disebut sebagai sekolah? Yaitu tempat dimana calon penerus bangsa menggali ilmu untuk memajukan negara kita di masa depan? Coba saja fasilitas sangat tersedia, seperti sekolah-sekolah swasta yang kebanyakan memiliki banyak fasilitas yang menunjang kegiatan murid-muridnya, saya yakin Indonesia akan menjadi negara yang maju nantinya karena semua kebutuhan murid -muridnya terpenuhi dan semua ide-idenya tidak terbuang sia-sia.
Dan ada satu hal lagi yang mengganjal di pikiran saya, yaitu kurikulum yang ada di Indonesia. KTSP atau Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Dengan kurikulum ini pemerintah menciptakan banyak sekali anak-anak Indonesia yang memenangi banyak Olimpiade Internasional. Namun, apakah itu yang dibutuhkan pelajar Indonesia? Dengan hanya menghafalkan teori teori tanpa menerapkannya? Coba anda pikirkan, mungkin hal inilah yang selama ini menyebabkan banyak sekali masyarakat Indonesia yang menjadi pengangguran, karena mereka tidak bisa menerapkan tapi hanya bisa menghafalkan. Hal ini berbeda sekali dengan kurikulum yang berada di luar Indonesia. Mereka lebih mementingkan menerapkan daripada menghafalkan. Oleh sebab itu  banyak negara-negara luar yang tidak memenangi Olimpiade Internasional namun kebanyakan adalah Indonesia. Coba anda pikirkan kata-kata saya diatas dan resapi. Negera-negara di luar Indonesia mampu menerapkan pelajaran-pelajaran tidak lain adalah juga karena mereka didukung oleh fasilitas yang lengkap. How about Indonesia? (Bagaimana dengan Indonesia?)
Jadi, menurut saya pendidikan, fasilitas, dan kurikulum sangatlah penting di di Indonesia. Pendidikan di Indonesia sekarang ini membutuhkan guru-guru yang berkualitas dan juga memiliki karakter yang baik. Guru-guru harus memiliki keinginan untuk memajukan Indonesia di dalam dirinya agar disaat mereka mengajar, mereka mengajar dengan serius dan memberikan semua ilmu-ilmunya kepada murid-muridnya. Dan untuk menunjang semua itu, dibutuhkan pula fasilitas yang lengkap agar sang guru dapat menyampaikan materi pelajaran dengan sejelas-jelasnya. Kurikulum yang berkualitas pun dibutuhkan agar sang guru dapat memberikan materi-materi pelajaran yang bermutu kepada murid-muridnya sebagai modal dalam menunjang kemajuan pendidikan Indonesia.