Pages

Rabu, 23 Mei 2012

Penyimpangan Sosial



1.      
·        Penyesuaian diri terjadi secara berangsur-angsur
·        Perluasan dan pertumbuhan pengetahuan
·        Penerimaan individu terhadap nilai dan norma yang terdapat dalam lingkungan masyarakat tempat ia berada
·        Perubahan lingkungan
·        Terjadinya perubahan perilaku
·        Terjadi penerapan nilai dan norma-norma baru
·        Nilai dan norma diserap manusia melalui sosialisasi
2.      
a)     Tahap perisapan  (preparatory stage)
b)    Tahap meniru (play satge)
c)     Tahap siap bertindak (game stage)
d)    Tahap penerimaan norma kolektif (generalized stage)
3.     a.
-         Dialami sejak dilahirkan
-         Saat mempersiapkan diri untuk mengenal sosialnya
-         Meniru meski tidak sempurna
b.
-         Semakin sempurnanya seorang anak menirukan peran-peran yang dilakukan orang dewasa
c.
-         Peniruan mulai berkurang dan digantikan peran yang dimainkan sendiri dengan penuh sadar
-         Kemampuan menempatkan diri pada sisi orang lain meningkat sehingga memungkinkan adanya kemampuan bermain secara bersama
-         Sadar adanya tuntutan untuk membela keluarga dan bekerja sama dengan temannya
-         Berinteraksi semakin banyak dan komplek
-         Mulai behubungan dengan teman sebaya di luar rumah
-         Memahami peraturan di luar rumah
-         Mulai menyadari bahwa ada norma tertentu yang berlaku di luar keluarganya
d.
-         Anak dianggap dewasa
-         Mampu menempatkan posisi pada masyarakat luas
4.     Karena anak sepenuhnya berada dalam lingkungan keluarganya terutama ornagtuanya sendiri
5.      
§  Penayangan berita peperangan , dll banyak memicu peningkatan perilaku agresif pada anak – anak yang menontonnya
§  Adegan yang berlaku pornografi mengikis moralitas dan meningkatkan pelanggaran susila di dalam masyarakat
§  Iklan produl-produk tertentu meningkatkan pola konsumsi

6.     Pada dasarnya semua ornag normal sekalipun sesekali pernah melakukan tindakan menyimpang, tetapi pada batas – batas tertentu yang bersifat relative untuk setiap orang. Perbedaannya hanya pada frekuensi dan kadar penyimpangannya saja. Orang yang tadinya  penyimpang mutlak lambat laun juga harus berkompromi dengan lingkungannya

7.     a. Konformitas :

Sikap menerima tujuan budaya yang telah disepakati masyarakat dan berusaha mencapai tujuan tsb juga dengan cara-cara yang legal dan disepakati masyarakat
Ex: Orang yang ingin kaya berusaha mewujudkannya dengan cara meraih pendidikan tinggi dan bekerja keras

            b. Inovasi :
Sikap menerima tujuan budaya yang telah disepakati namun menolak untuk memakai cara - cara legal dan telah disepakati guna mencapainya
Ex : orang yang melakukan korupsi agar menjadi kaya

c. Ritualisme :
Sikap menolak tujuan budaya namun tetap mempergunakan cara - cara yang legal dan telah disepakati untuk mencapai tujuan
Ex : orang yang bekerja untuk rasa aman

d. Retratisme :
sikap menolak tujuan budaya dan cara - cara legal yang telah disepakati masyarakat untuk mencapainya
Ex : para peminum alkohol yang seolah menjauh dari masyarakat

e. Pemberontakan :
sikap menolak tujuan budaya dan cara - cara legal untuk mencapainya, lalu mencoba untuk menciptakan tujuan budaya yang baru
Ex : kaum pemberontak

8.      
·        Id,  bagian diri yang bersifat tidak sadar,  naluriah, dan impulsif (mudah terpengaruh oleh gerak hati)
·        Ego,  bagian diri yang bersifat sadar dan rasional (penjaga pintu kepribadian)
·        Superego, bagian diri yang telah menyerap nilai nilai kultural dan berfungsi sebagai suara hati

Menurut Freud,  perilaku menyimpang terjadi apabila id yang berlebihan muncul bersamaan dengan superego yang tidak aktif, sementara dalam waktu yang sama ego yang seharusnya dominan tidak berhasil memberikan pertimbangan

9.     Pengetahuan yang mempelajari tentang ilmu sosiologi
Ex : Disekolah seorang murid diwajibkan dating tepat waktu

10.                         Dengan pengetahuan sosiologis tentang norma sosial, dikeluarga saya memiliki tugas – tugas atau bagian – bagian nya masing – masing sehingga keluarga saya menjai rukun

Tidak ada komentar:

Posting Komentar