1.
·
Penyesuaian diri terjadi secara berangsur-angsur
·
Perluasan dan pertumbuhan pengetahuan
·
Penerimaan individu terhadap nilai dan norma yang
terdapat dalam lingkungan masyarakat tempat ia berada
·
Perubahan lingkungan
·
Terjadinya perubahan perilaku
·
Terjadi penerapan nilai dan norma-norma baru
·
Nilai dan norma diserap manusia melalui sosialisasi
2.
a)
Tahap perisapan (preparatory
stage)
b)
Tahap meniru (play
satge)
c)
Tahap siap bertindak (game stage)
d)
Tahap penerimaan norma kolektif (generalized stage)
3.
a.
-
Dialami sejak dilahirkan
-
Saat mempersiapkan diri untuk mengenal sosialnya
-
Meniru meski tidak sempurna
b.
-
Semakin sempurnanya seorang anak menirukan peran-peran
yang dilakukan orang dewasa
c.
-
Peniruan mulai berkurang dan digantikan peran yang
dimainkan sendiri dengan penuh sadar
-
Kemampuan menempatkan diri pada sisi orang lain
meningkat sehingga memungkinkan adanya kemampuan bermain secara bersama
-
Sadar adanya tuntutan untuk membela keluarga dan
bekerja sama dengan temannya
-
Berinteraksi semakin banyak dan komplek
-
Mulai behubungan dengan teman sebaya di luar rumah
-
Memahami peraturan di luar rumah
-
Mulai menyadari bahwa ada norma tertentu yang berlaku
di luar keluarganya
d.
-
Anak dianggap dewasa
-
Mampu menempatkan posisi pada masyarakat luas
4.
Karena anak sepenuhnya berada dalam lingkungan
keluarganya terutama ornagtuanya sendiri
5.
§
Penayangan berita peperangan , dll banyak memicu
peningkatan perilaku agresif pada anak – anak yang menontonnya
§
Adegan yang berlaku pornografi mengikis moralitas dan
meningkatkan pelanggaran susila di dalam masyarakat
§
Iklan produl-produk tertentu meningkatkan pola
konsumsi
6.
Pada dasarnya semua ornag normal sekalipun sesekali
pernah melakukan tindakan menyimpang, tetapi pada batas – batas tertentu yang
bersifat relative untuk setiap orang. Perbedaannya hanya pada frekuensi dan
kadar penyimpangannya saja. Orang yang tadinya penyimpang mutlak lambat laun juga harus berkompromi
dengan lingkungannya
7.
a. Konformitas :
Sikap menerima tujuan budaya yang telah disepakati masyarakat
dan berusaha mencapai tujuan tsb juga dengan cara-cara yang legal dan
disepakati masyarakat
Ex: Orang yang ingin
kaya berusaha mewujudkannya dengan cara meraih pendidikan tinggi dan bekerja
keras
b. Inovasi :
Sikap menerima tujuan
budaya yang telah disepakati namun menolak untuk memakai cara - cara legal dan
telah disepakati guna mencapainya
Ex : orang yang
melakukan korupsi agar menjadi kaya
c. Ritualisme :
Sikap menolak tujuan
budaya namun tetap mempergunakan cara - cara yang legal dan telah disepakati
untuk mencapai tujuan
Ex : orang yang
bekerja untuk rasa aman
d. Retratisme :
sikap menolak tujuan budaya
dan cara - cara legal yang telah disepakati masyarakat untuk mencapainya
Ex : para peminum
alkohol yang seolah menjauh dari masyarakat
e. Pemberontakan :
sikap menolak tujuan
budaya dan cara - cara legal untuk mencapainya, lalu mencoba untuk menciptakan
tujuan budaya yang baru
Ex : kaum pemberontak
8.
·
Id, bagian diri
yang bersifat tidak sadar, naluriah, dan
impulsif (mudah terpengaruh oleh gerak hati)
·
Ego, bagian diri
yang bersifat sadar dan rasional (penjaga pintu kepribadian)
·
Superego, bagian diri yang
telah menyerap nilai nilai kultural dan berfungsi sebagai suara hati
Menurut Freud, perilaku menyimpang terjadi apabila id yang
berlebihan muncul bersamaan dengan superego yang tidak aktif, sementara dalam
waktu yang sama ego yang seharusnya dominan tidak berhasil memberikan
pertimbangan
9.
Pengetahuan yang mempelajari tentang ilmu sosiologi
Ex : Disekolah seorang murid diwajibkan dating tepat
waktu
10.
Dengan
pengetahuan sosiologis tentang norma sosial, dikeluarga saya memiliki tugas –
tugas atau bagian – bagian nya masing – masing sehingga keluarga saya menjai
rukun
Tidak ada komentar:
Posting Komentar